Minggu, 31 Agustus 2014

materi PPA



SEKILAS SEJARAH MASUKNYA
MAPALA DI INDONESIA

Latar belakang berdirinya MAPALA di Indonesia.

     Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) di Indonesia dipelopori oleh sejumlah Aktifis Kampus Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FSUI) yang muak dengan situasi kampus zaman itu yang serba hipokrasi, dimana pada era tahun 1965, Indonesia sedang mengalami dekadensi disegala bidang kehidupan, keadaan Indonesia yang tidak pernah kondusif kala itu, Dengan  perkembangan politik di Indonesia yang tidak mengenal arah dan carut marut, serta karena jenuh dengan situasi politik praktis dan partai komunis indonesia.
     MAPALA UI berkembang menjadi pelopor kegiatan petualang di Indonesia yang berdiri sejak tanggal 12 Desember 1965. Tujuan perjalanan ini secara gagah katanya “cinta Alam” sehingga pelaku-pelaku itu sadar  untuk menanamkan kelompoknya sebagai Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) dari kampus Universitas Indonesia (UI).

SEJARAH MASUKNYA PECINTA ALAM DI BIMA

Pecinta Alam pertama kali berdiri di Bima bernama Pecinta Alam Bima (PAB) pada tahun 1993.
Kemudian Sekitar pada Akhir tahun 1993 terbentuk Kelompok Pecinta Alam Bima yang baru bernama WANASATRIA dimana anggota dari kelompok ini berasal dari Pecinta Alam Bima (PAB) juga.
Kedua Kelompok Pecinta Alam di atas tidak bertahan lama karena kurang eksistensi anggotanya serta adanya persoalan internal organisasi.






SEJARAH LAHIRNYA MAPALA LONDA
DI STKIP BIMA

Latar Belakang Berdirinya Mapala Londa STKIP Bima

MAPALA “LONDA” dirintis pada tahun 1995 kemudian di resmikan pada Tanggal 11 November 1996. yang di Pelopori oleh :

1.  Lukman (Rato-SILA),
2.  Solihin (BOGOR),
3.  Abdul Salam (SAI - SOROMANDI), dan
4.  Ali Namiruddin (BEKASI)

Mereka yang merupakan aktivis kampus yang muak dengan situasi politik zaman orde baru yang serba munafik.
Hidup adalah permainan, pertaruhan dalam panggung sandiwara. Itulah yang menjadi opini latar belakang dari Pelopor MAPALA “LONDA” STKIP Bima.

Tujuan berdirinya MAPALA “Londa” STKIP Bima adalah sebagai wadah untuk menyalurkan bakat, minat, dan hobi mahasiswa serta menumbuhkan nilai-nilai mendasar: kesetiakawanan, kejujuran, kepekaan sosial, kesadaran akan pentingnya kelestarian alam untuk kehidupan generasi ke depan, dan berwawasan luas sesuai dengan amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Karena Tanpa ALAM Kita Bukan Apa-apa”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar