SEKILAS SEJARAH MASUKNYA
MAPALA DI INDONESIA
Latar belakang berdirinya MAPALA di Indonesia.
Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) di
Indonesia dipelopori oleh sejumlah Aktifis Kampus Mahasiswa Fakultas Sastra
Universitas Indonesia (FSUI) yang muak dengan situasi kampus zaman itu yang
serba hipokrasi, dimana pada era tahun 1965, Indonesia sedang mengalami
dekadensi disegala bidang kehidupan, keadaan Indonesia yang tidak pernah kondusif kala itu, Dengan perkembangan politik di Indonesia yang tidak
mengenal arah dan carut marut, serta karena
jenuh dengan situasi politik praktis dan partai komunis indonesia.
MAPALA UI berkembang menjadi pelopor
kegiatan petualang di Indonesia yang berdiri sejak tanggal 12 Desember 1965.
Tujuan perjalanan ini secara gagah katanya “cinta Alam” sehingga pelaku-pelaku
itu sadar untuk menanamkan kelompoknya
sebagai Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) dari kampus Universitas Indonesia (UI).
SEJARAH MASUKNYA PECINTA ALAM DI BIMA
Pecinta Alam
pertama kali berdiri di Bima bernama Pecinta Alam Bima (PAB) pada tahun
1993.
Kemudian Sekitar pada Akhir
tahun 1993 terbentuk Kelompok Pecinta Alam Bima yang baru bernama WANASATRIA
dimana anggota dari kelompok ini berasal dari Pecinta Alam Bima (PAB) juga.
Kedua Kelompok
Pecinta Alam di atas tidak bertahan lama karena kurang eksistensi anggotanya
serta adanya persoalan internal organisasi.
SEJARAH LAHIRNYA MAPALA
LONDA
DI STKIP BIMA
Latar Belakang Berdirinya Mapala
Londa STKIP Bima
MAPALA “LONDA” dirintis pada tahun 1995 kemudian di resmikan pada Tanggal
11 November 1996. yang di Pelopori oleh :
1. Lukman (Rato-SILA),
2. Solihin (BOGOR),
3. Abdul Salam (SAI -
SOROMANDI), dan
4. Ali Namiruddin (BEKASI)
Mereka
yang merupakan aktivis
kampus yang muak dengan situasi politik zaman orde baru yang serba munafik.
Hidup
adalah permainan, pertaruhan dalam panggung sandiwara. Itulah yang menjadi
opini latar belakang dari Pelopor MAPALA “LONDA” STKIP Bima.
Tujuan berdirinya MAPALA “Londa” STKIP Bima adalah sebagai wadah
untuk menyalurkan bakat, minat, dan hobi mahasiswa serta menumbuhkan
nilai-nilai mendasar: kesetiakawanan, kejujuran, kepekaan sosial, kesadaran
akan pentingnya kelestarian alam untuk kehidupan generasi ke depan, dan
berwawasan luas sesuai dengan amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Karena Tanpa
ALAM Kita Bukan Apa-apa”

